Sudah saatnya sektor pengadaan barang/jasa dilaksanakan secara berkelanjutan (Sustainable Public Procurement) dengan mendasarkan pada konsep value for money yang pada ujungnya memenuhi 3 (tiga) kepentingan yaitu, kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Terkait hal tersebut, LKPP bersama pemangku kepentingan melakukan kajian regulasi dan kebijakan terhadap tingkat kematangan penerapan pengadaan barang/jasa berkelanjutan di Indonesia dalam berbagai aspek melalui Seminar Hasil Kajian Sustainable Public Procurement pada (12/11) di Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerjasama Internasional LKPP - Gusmelinda Rahmi, Pakar Pengadaan Publik - Jamaluddin Abubakar, Ketua Umum Asosiasi Green Product Council Indonesia (GPCI) - Hendrata Atmoko, beserta perwakilan dari asosiasi dan kementerian/lembaga lainnya.
Untuk mempersiapkan pengadaan berkelanjutan, struktur industri harus berdiri dengan baik. Hal itu juga harus ditopang dengan sinergi antar pihak, yaitu antara asosiasi dengan kementerian/lembaga serta antara sesama kementerian/lembaga. Demi persiapan tersebut butuh penyamaan persepsi guna meminimalkan kemungkinan asymmetric information antara pemerintah dengan sektor swasta, dan antar swasta itu sendiri.
Demi mendorong terciptanya nilai environmental sustainability dalam prinsip value for money, LKPP memiliki peran penting untuk memberikan edukasi para pelaku pengadaan barang/jasa pemerintah. Hal ini didukung oleh pernyataan Gusmelinda mengenai pentingnya implementasi public procurement yang ramah lingkungan, “....dalam pengadaan barang/jasa, nilai sebuah barang tidak hanya memberikan manfaat kepada pembeli, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi Negara. Dimana persaingan usahanya sehat, lingkungannya terjaga, sosial juga menjadi lebih baik, jadi ada dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang perlu diperhatikan. Nilai pengadaan semata-mata tidak dilihat dari harga, tetapi dari dampak yang ditimbulkan dari itu” tukasnya.
Dukungan dan koordinasi antar pemerintah dalam menyukseskan pengadaan berkelanjutan sangat krusial karena landasan paradigmanya sudah berubah dari efisien dengan mendapatkan harga termurah menjadi sustainable. “….kesiapan pemerintah dalam membeli barang/jasa yang sustainable bukan hanya sekedar murah, sehingga (jika dihitung) biaya totalnya lebih efisien daripada purchasing pricenya. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan seluruh kementerian/lembaga yang dituangkan dalam satu kesatuan peraturan rumpun Sustainable Public Procurement” tutur Jamaluddin.
Guna mendukung berlangsungnya pengadaan barang/jasa berkelanjutan, Ketua Umum asosiasi GPCI, Hendrata Atmoko mengaku siap mengawal pengadaan barang/jasa berkelanjutan khususnya di dalam dampak sosial ekonomi, “….diharapkan agar penggunaan produk ramah lingkungan ini menjadi mandatory bukan hanya sekedar voluntary. Dimulai dengan sistem awal menerbitkan green label sehingga dampak sosial ekonomi pengadaan barang/jasa nuansa budget beli asal murah yang tidak dipikirkan dampak berikutnya, tidak akan terjadi kembali” ungkapnya.
Hal ini memerlukan kontribusi besar dari kita dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi Sustainable Public Procurement sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan peraturan lainnya
Featured Posts
Selasa, 20 November 2018
Konsep Value for Money dalam Pengadaan Barang/Jasa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pages
Intro AD
POPULER
-
Postingan sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian dan ketentuan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dalam PBJ. Membuat Harga Perkiraan Se...
-
Sehubungan dengan dengan pemberlakuan Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah , dimana penyusunan Perencanaan Pen...
-
Di dalam pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJP) kita mengenal yang namanya Harga Perkiraan Sendiri atau yang biasa dikenal dengan singkatan...
-
Pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan bisa saja mengalami progress prestasi yang lambat atau tidak sesuai rencana. Dan hal ini akan bera...
-
KPBU selama ini masih terstigma sebagai swastanisasi proyek pemerintah, dan tidak sedikit yang menganggap pemerintah mendorong KPBU karena k...
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
Popular Posts
-
Postingan sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian dan ketentuan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dalam PBJ. Membuat Harga Perkiraan Se...
-
Sehubungan dengan dengan pemberlakuan Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah , dimana penyusunan Perencanaan Pen...
-
Di dalam pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJP) kita mengenal yang namanya Harga Perkiraan Sendiri atau yang biasa dikenal dengan singkatan...
-
Pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan bisa saja mengalami progress prestasi yang lambat atau tidak sesuai rencana. Dan hal ini akan bera...
-
KPBU selama ini masih terstigma sebagai swastanisasi proyek pemerintah, dan tidak sedikit yang menganggap pemerintah mendorong KPBU karena k...
-
Pejabat pengadaan adalah personil yang ditunjuk untuk melaksanakan Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung, dan E-Purchasing (Berdasarkan P...
-
Akhir tahun 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 148 Tahun 2015 tentang Perubahan Kee...
-
Sudah saatnya sektor pengadaan barang/jasa dilaksanakan secara berkelanjutan (Sustainable Public Procurement) dengan mendasarkan pada konsep...
-
Perusahaan Pertambangan seringkali mengalami hambatan dalam mengembangkan usaha pertambangannya. Adapun hambatan yang sering ditemui salah s...
-
Angka lelang gagal pada komoditas obat saat ini semakin menurun seiring perbaikan penyusunan HPS yang disampaikan oleh Kementerian Kesehata...
About Us
Slider
Follow Us
Sports Videos
Post AD
Animation Trailers
Iklan Atas Artikel
Advertisement
Iklan Tengah Artikel 1
Iklan Tengah Artikel 2
Home AD
Iklan Bawah Artikel
Popular Posts
-
Postingan sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian dan ketentuan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dalam PBJ. Membuat Harga Perkiraan Se...
-
Sehubungan dengan dengan pemberlakuan Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah , dimana penyusunan Perencanaan Pen...
-
Di dalam pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJP) kita mengenal yang namanya Harga Perkiraan Sendiri atau yang biasa dikenal dengan singkatan...
-
Pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan bisa saja mengalami progress prestasi yang lambat atau tidak sesuai rencana. Dan hal ini akan bera...
-
KPBU selama ini masih terstigma sebagai swastanisasi proyek pemerintah, dan tidak sedikit yang menganggap pemerintah mendorong KPBU karena k...
-
Pejabat pengadaan adalah personil yang ditunjuk untuk melaksanakan Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung, dan E-Purchasing (Berdasarkan P...
-
Akhir tahun 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 148 Tahun 2015 tentang Perubahan Kee...
-
Sudah saatnya sektor pengadaan barang/jasa dilaksanakan secara berkelanjutan (Sustainable Public Procurement) dengan mendasarkan pada konsep...
-
Perusahaan Pertambangan seringkali mengalami hambatan dalam mengembangkan usaha pertambangannya. Adapun hambatan yang sering ditemui salah s...
-
Angka lelang gagal pada komoditas obat saat ini semakin menurun seiring perbaikan penyusunan HPS yang disampaikan oleh Kementerian Kesehata...
0 komentar
Posting Komentar